.label-size-1,.label-size-2,.label-size-3,.label-size-4,.label-size-5 { font-size:100%; filter:alpha(100); opacity:10 } .cloud-label-widget-content{ text-align:left } .label-size { background:#E73037; display:block; float:left; margin:0 3px 3px 0; color:#ffffff; font-size:11px; text-transform:uppercase; } .label-size a,.label-size span{ display:inline-block; color:#ffffff !important; padding:6px 8px; font-weight:bold; } .label-size:hover { background:#333333; } .label-count { white-space:nowrap; padding-right:3px; margin-left:-3px; background:#333333; color:#fff !important; } .label-size { line-height:1.2 }

Pendidikan dasar XXXIII

penerimaan anggota muda yang oleh ukm wirpala yand dilaksanakan di Mamekke, Kabupaten Barru.

penanaman mangrove

penanaman mangrove yang diadakan oleh tim Pusat Kordinasi Daerah Sulawesi Selalatan(PKD SULSEL) derlokasi pantai WISBAR KAMPUS POLITEKNOIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP.

TWKM 29

Pemilihan Peresidium Sidang Forum Temu Wicara Kampus UBK

20 Maret 2018

Menulis, Belajar dari Alam


"Alam terkembang jadi guru", demikian pepatah yang cukup populer. Artinya, alam memberikan banyak inspirasi kepada kita untuk belajar. Nabi Ibrahim a.s., ketika mencari Tuhan, ia melihat bulan purnama yang bersinar terang di malam hari. Ibrahim menganggap bulan adalah tuhannya karena memberi penerang di tengah kegelapan.

Namun ketika pagi datang kemudian matahari muncul dengan sinarnya yang lebih terang benderang, kesimpulan Ibrahim pada bulan berubah, kemudian menganggap mataharilah Tuhan yang maha besar itu. Apa yang diharapkan Ibrahim pada matahari ternyata tidak memberi kepuasan batinnya tentang tuhan.
Sebab ketika senja datang menenggelamkan matahari keperaduannya, Ibrahim pun berfikir mustahil tuhan menghilang. Masa-masa pencarian tuhan ini membawa Ibrahim pada pergulatan pemikiran yang sangat panjang. Sehingga sampai ia pada suatu kesimpulan, bahwa apa yang dilihatnya itu adalah benda-benda yang memiliki pencipta (khalik) yang tak bisa dilihat, tak bisa digambarkan bentuknya, namun bisa dirasakan keberadaannya. Pencipta (Tuhan) inilah yang menjadi tujuan pencarian Ibrahim.
Tuhanlah yang menciptakan alam yang luas dan permai ini. Alam menyimpan banyak misteri yang belum mampu terungkap dan tertuliskan oleh pemikiran manusia yang terbatas. Gunung-gunung yang tinggi, samudra luas nan dalam, sungai yang panjang dan berliku-liku, hutan belantara lebat, adalah bagian dari alam yang sampai saat ini selalu menjadi inspirasi manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakannya.
Belajar menulis dari alam adalah sarana efektif yang banyak di gunakan untuk mengantarkan penulis-penulis besar dunia pada puncak kesuksesan. Penemu-penemu yang telah merobah dunia ini menjadi zaman baru bukanlah mereka yang menyandang gelar kesarjanaan di pundaknya, tetapi mereka yang berjuang keras menemukan sesuatu yang belum terpikirkan dan diproduksi sebelumnya oleh manusia lain di dunia ini. Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Issaac Newton, dan sederetan nama besar penemu lainnya adalah mereka yang telah mengukir sejarah kesuksesan dengan tinta emas.
Imam Al Ghazali dalam nasihatnya berkata, "Berjalanlah kamu di atas dunia ini, maka banyak yang akan kamu lihat". Artinya, semakin banyak yang dilihat akan banyak pula yang diketahui. Nasehat tokoh sufi Islam ini akan mengantarkan kita pada sebuah kesimpulan, bahwa semakin banyak yang kita ketahui, semakin banyaklah yang akan kita tulis. Penasaran, rasa ingin tahu, adalah sifat positif yang dimiliki seorang manusia. Jika sifat ini dipupuk dan di-manage dengan sedemikian rupa, akan mengantarkan kita pada suatu penemuan baru yang spektakuler dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Sifat penasaran mengajak orang untuk berpikir ada apa di balik keingintahuannya itu, sehingga berproseslah manusia ke arah pencarian dan penemuan-penemuan yang membuahkan hasil memuaskan bagi kemashlahatan manusia.
Konsep "orang bisa kenapa kita tidak" memang harus ditanamkan pada setiap individu yang ingin maju. Orang gagal dalam kehidupannya sehari hanya membutuhkan waktu 24
jam. Demikian juga orang sukses dalam hidupnya sehari juga membutuhkan waktu 24 jam. Mana yang akan kita ambil dari dua pilihan itu? (*)



19 Maret 2018

Divisi Caving Pendidikan Lanjutan (DiKLAT)

         Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16-18 maret 2018, tepatnya di Gua Latif, Dusun Pattunuang, Desa Samanngi, Kec. Simbang, Kab. Maros dimana tim yang terdiri dari (AM XXXIII) yaitu Abhul Khair, Syaparuddin, Muhammad Hairul dan Am Awal Anugrah didampingi oleh Penganti sementara kord. Divisi Caving, Muhammad riswan hasan dan Andri, Dalam kegitan mereka melakukan aplikasi vertikal cave rescue sebagai tema yang diguanakan dalam kegiatan DIKLAT.

Aplikasi dimulai pada Sabtu, 17 maret 2018 pukul 07.15 dengan berangkat dari lokasi cam menuju mulut gua dan tiba di mulut gua pada pukul 08.00 dan seluruh tim mempersiapkan peralatan dan memasang lintasan tyroline terlebih dahuluh untuk menuruni Gua Latif yang merupakan Gua Vertical. Setelah selesai memasang lintasan satu persatu anggota dari tim mulai discading menuruni gua,. kemudian setelah sampai di landasan gua tim langsung melakukan aplikasi rescue.


 



Satu dari 4 peserta mulai melakukan SRT (singel rope tecnik) yang bertindak sebagai korban yang nantinya akan dievakuasi, yang bertidak sebagai korban telah mencapai pada ketinggian yang telah ditentukan dan rescuer mulai ascender untuk melakukan evakuasi pada korban, teknik evakuasi pertama yang diguanakan oleh rescuer untuk menurunkan korban dari tali utama yaitu self rescue dengan metode foweer sistem.
Hauling sistem, merupaka teknik yang digunakan untuk megevakuasi korban yang berada di bawah gua, dan teknik ini pula yang digunakan oleh tim unuk evakuasi korban yang berada dibawah, Pengevakuasian dilakukan selama beberapa jam dan korban sampai diatas, dan koraban mulai dilakuakan perawan lebih lanjut oleh tim yang bertindak sebagai medis.
Minggu 18 maret 2018, Kegiatan yang dilakuakn oleh tim divisi susur gua,  Penelusuran gua yang bertujuan untuk pengambilan data tentang karakteristik gua, Penelusuran dilakukan selama 3 jam dan tim kembali ke camp untuk melakukan packing. kegiatan selanjutnya pengambilan data sosial masarakat warga setempat yang akan nantinya dijadikan sebagai arsip organisai.  

Pengambilan data sosial masyarakat diambil dari warga setempat dan kepala Desa Samanngi, setelah data terkumpul tim kembali melakuka doa bersama sebelum menigalakan lokasi aplikasi . Dan tim sampai di sekretariat WIRPALA sore hari dengan selamat.

18 Maret 2018

Artificial climbing Mengunakan Metode Himalan Sisitem


Jum’at/9/maret/2018. Team dari anggota muda divisi panjat tebing UKM WIRPALA,melaksanakan kegiatan pendidikan lanjutan (DIKLAT) yang dilaksanakan di tebing darmawan atau tebing leang eja yang berlokasi di, Desa Bonto Lempangan, Kecematan Bontto,  Kabupaten Pangkep.         
Nama tebing darmawan, merupakan nama yang diberikan oleh WIRPALA sendiri sebagai penghargaan kepada tebing tersebut. Sedangkan tebing leang eja merupakan nama yang dipakai oleh warga setempat, dalam etimologi kata leang berati lubang kecil dan eja berarti merah .
Kegitan pendidikan lanjutan divisi panjat tebing anggota muda XXXIII. Artificial climbing mengunakan metode himalayan sisitem  adalah tema yang digunakan dalam kegiatan tersebut, dalam hal ini  Artificial climbing merupakan pemanjatan pada tebing alami maupun tebing buatan (BOLDER dan WALL) untuk menambah ketinggian mengunakan alat bantu/tiruan untuk menambah ketinggian, sedangkan himalayan sisitem merupakan pemanjatan yang dilakukan antara titik satar (GROUND) dengan picht terkhir pemanjatan.



 





Aplikasi kali ini, tim yang terdiri dari 4 Anggota Muda XXXIII dari Divisi panjat tebing yaitu :
1.     Adrianus Robert
2.    Alif Abdurahman
3.    Muh Amin Tri Prasetia
4.    Ivana Indriani
Dalam kegiatan ini anggota muda butuh waktu 30 hari dalam persiapan ini antara lain:
1.     Training Center (Tc)
·         Tc Umum
·         Tc Spesifik
2.    Pemberian Materi
3.    Simulasi, Dan
4.    Cek Lokasi
5.    Persiapan Perlengkapan
·         Perlengkapan Pribadi
·         Perlengkapan Pemanjatan
·         Perlengkapan Masak,Dan
·         Perlengkapan Camp
Pemanjatan pada hari pertama di mulai pada hari sabtu 10/maret/2018 pada pukul 07.00 setelah melakukan sarapan pagi ,pemanjatan selesai pada 04.00 setelah mencapai ketingian ± 25 meter dan memasang runner ke 18 . Hari minggu 11/maret/2018 pemanjatan dilanjut pada pukul 07.30 dan pada pukul 05.45 pemanjatan dianggap selesai dan dihentiakan.

Pengambilan Data Dengan Mengunakan Metode Snorkling






Divisi bahari dari ukm wirpala melakukan kegian pengambilan data dengan megaplikasikan metode snorkling di pulau saugi pada tanggal 16 maret 2018 sampai dengan tanggal 19 maret 2018 yang diikuti oleh 3 peseta anggota muda, 2 pendamping kegiatan dan 1 penanggung jawab kegiatan (kordinator bahari) dalam rangka melakukan pendidikan lanjutan (DIKLAT).
Histologi pulau saugi, awalnya saugie diambil dari nama orang yang mendiami pulau tersebut. Maugi dan satu saudaranya yang bernama karanrang adalah 2 orang yang diangap pertma kali mendiami pulau saugi, sedangkan karangrang juga merupakan salah satu nama pulau yang ada di perairan pangkaje’ne kepulauan.  
Nama-nama yang mengikuti kegiatan ini antara lain :
1.     fahkri nur ikhwan (AM)
2.    imamul adil (AM)
3.    renol (AM)
4.    rendi saputra (Kord Bahari)
5.    Rizal (DEW)
6.    Yayang Ambar Wati (Anggota Penuh WIRPALA PPNP)
Pemberagkatan tim dilaksanakan pada pukul 04.58. Perjalanan menuju dermaga macini baji mebutuhkan waktu 30 menit dari sekretariat wirpala. Dermaga macini baji merupakan pelabuhan penyebrangan yang digunakan untuk menjagkau kapal warga setempat.
Tim peserta dan pendamping tibah di pulau saugi pada puku 18.58. Lanjut kegiatan pengambilan data di awali pada pagi hari  dengan melakukan observasi dan pemasangan patok di sekitar area yang sudah di amati. Data yang diambil pada hari pertama adalah pengambilan sampel data luasan terumbu karang di pulai saugi, dari hasil pengamatan dan pengambilan sampel terdapat 2 jenis karang yang berhasil di data yaitu arcopara dan side. kegiatan pendataan dilakukan selama ± (kurang dan lebih) 5 sengah jam dan selesai pad soreh hari.
Hari kedua, tim kembali melakukan pengambilan data luasan magrove , tinggi tanaman magrove dan setelah selesai dilanjut pengambilan data densus penduduk warga pulau saugi yang bertujuan untuk sebagai data otientik yang dapat diguanakan untuk bahan pelaksanaan proker yang mengarah pada pengabdian masyarakat. kegiatan DIKLAT selesai pada hari minggu 19 maret 2018 dan tim sampai di sekret tariat pada pukul 04.85 setelah sampai tim langsung melakukan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan yang diberikan oleh sang maha pencipta.     


14 Maret 2018

DOA KAMI UNTUK MU

   
          
Di Setiap Sepertiga Malam.
Di Setiap Tangis Dan Tawah.
Ku Kan Sempatkan Berdoa Untuk Mu,
Sahabarku,
Keluargaku,
Baru Diriku.

Yaa Allah..
kami berdoa kepadamu.
jadikanlah yang tebal itu imannya,
yang tipis itu lidahnya,
yang tajam itu lidahnya,
yang lembut itu hatinya,

jadikanlah yang ringan itu ibadahnya,
yang luas itu ilmunya,
yang lapang itu rezekinya,
yang indah itu ahlaknya,
amiiin...


RUTINITAS KM 83









jum’at bersih merupakan kegiatan mingguan yang dilakukan oleh seluruh jajaran anggota WIRPALA PPNP. Pembersihan dilakuakan dalam ruang lingkup kampus terutama di area sekretariat itu sendiri, tujuan pembersiahan ini tdk lain uantuk menjaga kebersihan dan membangun kebersaaan seluruh anggota.


KM 83 WIRPALA PPNP










WIRPALA PPNP berkedudukan di kampus politeknik pertanian negeri pangkep,desa mandalle, kecematan mandalle, kabup aten pangkep, provinsi sulawesi selatan dan jarak tempuh dari titik nol (0) kota makassar (PLAY OPER) 83 kilometer.