.label-size-1,.label-size-2,.label-size-3,.label-size-4,.label-size-5 { font-size:100%; filter:alpha(100); opacity:10 } .cloud-label-widget-content{ text-align:left } .label-size { background:#E73037; display:block; float:left; margin:0 3px 3px 0; color:#ffffff; font-size:11px; text-transform:uppercase; } .label-size a,.label-size span{ display:inline-block; color:#ffffff !important; padding:6px 8px; font-weight:bold; } .label-size:hover { background:#333333; } .label-count { white-space:nowrap; padding-right:3px; margin-left:-3px; background:#333333; color:#fff !important; } .label-size { line-height:1.2 }

19 Maret 2018

Divisi Caving Pendidikan Lanjutan (DiKLAT)

         Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16-18 maret 2018, tepatnya di Gua Latif, Dusun Pattunuang, Desa Samanngi, Kec. Simbang, Kab. Maros dimana tim yang terdiri dari (AM XXXIII) yaitu Abhul Khair, Syaparuddin, Muhammad Hairul dan Am Awal Anugrah didampingi oleh Penganti sementara kord. Divisi Caving, Muhammad riswan hasan dan Andri, Dalam kegitan mereka melakukan aplikasi vertikal cave rescue sebagai tema yang diguanakan dalam kegiatan DIKLAT.

Aplikasi dimulai pada Sabtu, 17 maret 2018 pukul 07.15 dengan berangkat dari lokasi cam menuju mulut gua dan tiba di mulut gua pada pukul 08.00 dan seluruh tim mempersiapkan peralatan dan memasang lintasan tyroline terlebih dahuluh untuk menuruni Gua Latif yang merupakan Gua Vertical. Setelah selesai memasang lintasan satu persatu anggota dari tim mulai discading menuruni gua,. kemudian setelah sampai di landasan gua tim langsung melakukan aplikasi rescue.


 



Satu dari 4 peserta mulai melakukan SRT (singel rope tecnik) yang bertindak sebagai korban yang nantinya akan dievakuasi, yang bertidak sebagai korban telah mencapai pada ketinggian yang telah ditentukan dan rescuer mulai ascender untuk melakukan evakuasi pada korban, teknik evakuasi pertama yang diguanakan oleh rescuer untuk menurunkan korban dari tali utama yaitu self rescue dengan metode foweer sistem.
Hauling sistem, merupaka teknik yang digunakan untuk megevakuasi korban yang berada di bawah gua, dan teknik ini pula yang digunakan oleh tim unuk evakuasi korban yang berada dibawah, Pengevakuasian dilakukan selama beberapa jam dan korban sampai diatas, dan koraban mulai dilakuakan perawan lebih lanjut oleh tim yang bertindak sebagai medis.
Minggu 18 maret 2018, Kegiatan yang dilakuakn oleh tim divisi susur gua,  Penelusuran gua yang bertujuan untuk pengambilan data tentang karakteristik gua, Penelusuran dilakukan selama 3 jam dan tim kembali ke camp untuk melakukan packing. kegiatan selanjutnya pengambilan data sosial masarakat warga setempat yang akan nantinya dijadikan sebagai arsip organisai.  

Pengambilan data sosial masyarakat diambil dari warga setempat dan kepala Desa Samanngi, setelah data terkumpul tim kembali melakuka doa bersama sebelum menigalakan lokasi aplikasi . Dan tim sampai di sekretariat WIRPALA sore hari dengan selamat.

0 komentar:

Posting Komentar